Situs Ini dipersembahkan kepada publik, untuk mengenal sosok Bang Hamdan “Muhammad Umar Hamdan” lebih dekat lagi. Kisah perjalanan panjang Pengusaha Santri Muda yang telah .berhasil mengeksport Product Furniture dan Kerajinan Asli Buatan Jepara ke Seluruh Dunia. Yang kesemua itu, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi tentunya melalui Proses yang sangat Panjang (Mbabat Alas, Nibo Tangi, Njungker Walek, Nyungsep), jatuh bangun bahkan nyungsep juga sudah pernah dia rasakan.

Dan sama sekali tidak ada niat negatife, seperti riya’, sum’ah, takabbur, dll, tapi kami hanya ingin serta berniat memberikan hikmah, pelajaran serta perjuangan dalam proses dalam mencari pekerjaan/usaha yang cocok dan tepat serta proses dalam menemukan Guru Sejati dan Sejatineng Diri. Khususnya memberikan pembelajaran kepada Kaum Millennial saat ini.

Juga Kami persembahkan Khusus Untuk Ibu Kami tercinta : Ibu Zulaihah(Semoga kami selalu diberikan hidayah untuk dan agar bisa selalu berbakti kepada Ibu kami tersebut), dan Almarhum Bapak Sukono bin Karto Karsiman,  Hadiah Surat Alfaatihah, kami persembahkan Khusus Kagem Bapak kami Tercinta tersebut, lahul Faatihah…… ( Mohon agar sekiranya para pembaca dan pengunjung website kami tersebut, berkenan membacakan Fatihah Untuk Bapak/Ayah kami tersebut ).

Doa Khusus Untuk Ayah Tercinta Bang Hamdan_Bapak Sukono Karto

Doa Khusus Untuk Ayah Tercinta Bang Hamdan_Bapak Sukono Bin Karto Karsiman.

Ya Allah, ampuni dan rahmatilah Dia(Ayahku). Selamatkanlah dan maafkanlah Dia(Ayahku). Berikan kehormatan untuknya(Ayahku), luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah Dia dengan air yang jernih lagi sejuk. Bersihkanlah Dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya (di dunia). Masukkanlah Dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. AAAMIIIN Allahumma Aaamiiin.

Masa Kecil Bang Hamdan

Bang Hamdan, terlahir dari 2 sejoli yaitu Bapak Sukono Karto dan Ibu Zulaihah, yang mempunyai nama kecil pemberian Orang Tua nya “Selamet Pujianto” yang berasal dari tiga bahasa jawa, yakni Selamet, Puji dan Anto.

Selamet artinya Selamat, aman. Sedangkan Puji  yang berarti ungkapan/pernyataan memuji.  Sedangkan Anto  yang mempunyai arti Patut dipuji atau juga mempunyai arti lain yaitu Sahabat setia, sederhana.

Jadi jika digabungkan Menjadi Selamet Puji Anto, yang jika maknanya digabungkan kurang lebih menjadi : Sahabat Setia, yang mempunyai sifat sederhana, meskipun selalu mendapatkan Pujian dari siapapun itu, dia akan tetap dan terus selamat dari apapun itu yang berbahu negatife.

Itulah kurang lebih, kenapa orang tua nya memberikan nama Selamet Pujianto, dengan maksud dan tujuan agar kelak bisa menjadi sosok yang seperti yang jika diartikan tersebut.

Nama Selamet Puji Anto kan sudah bagus, kenapa kok bisa dirubah menjadi Muhammad Umar Hamdan ?

Untuk menjawab nya, nanti akan kita bahas terpisah pada artikel Semasa Menempuh Pendidikan alias Nyantri di PP. Darunnajah Kedungleper Bangsri, yang pada waktu itu diasuh oleh Romo KH. Baidhowi Ali.

Bang Hamdan merupakan warga sipil pribumi, anak petani dan buruh/Tukang Bangunan asli kelahiran Bumi Kita Kartini, di Jepara, 12 Juni 1986, tepatnya di Desa Terpencil di Dukuh Tegalrejo, RT. 02. RW. 03 Desa Suwawal Timur, Kec. Pakis Aji Jepara.

Sejak Kecil, Bang Hamdan, yang mana pada waktu itu dipanggil Puji, sudah terbiasa dengan hidup susah dan ekonomi yang serba pas-pasan, bahkan bisa dibilang serba kekurangan, meskipun begitu si Puji kecil tetap selalu bersyukur dengan apapun kondisinya pada waktu itu. Bahkan Sejak kecil memang sudah ditinggal bekerja kedua Orang Tua nya, yang mana pada waktu itu, Ayahnya bekerja disamping sebagai seorang petani, juga bekerja sebagai buruh/tukang bangunan, yang tentunya upahnya juga sangatlah pas-pasan, sehingga Ibu-nya, Ibu Zulaihah, ikut berjuang membantu Ayahnya, demi mencukupi kebutuhan keluarga sebagai buruh/tukang amplas dan tukang melupas buah kapuk, yaitu buah kapuk yang dikelupas kemudian di kumpulkan untuk dijadikan kasur atau bantal untuk tidur.

Bang Hamdan atau Puji Kecil sejak kecil telah dan sudah mulai gemar sekolah dan mengaji (TK selama 4 Tahun, MI Miftahul Huda 6 Tahun), yang pada waktu Kepala Madrasahnya adalah Bapak KH. Mushtofa ) dan sambil mengaji/sekolah sore di Madrasah Diniyah Pakis, yang diasuh oleh Bapak KH. A. Marzuqi selama 6 tahun juga.

Kemudian Bakda Maghrib, juga sudah ikut mengaji di Musholla Baitul Muqorrobin, yang menurut sejarah merupakan Peninggalan kakeknya, Yakni Simbah K. Matrawi bin Mbah Sumber. Yang mana pada waktu itu diasuh oleh Pakde  K. Abdul Rosyid, Ustadz hamdi, Ustadz Adib, Ustadz Rifa’i, dan Ustadz Nawawi.

Bang Hamdan merupakan Putra ke-tiga dari 5 Bersaudara, dengan urutan sbb :

  1. Siti Maskanah
  2. Ali Mas’udi
  3. Selamet Puji Anto / Muhammad Umar Hamdan
  4. M. Sholihin ( Almarhum, sudah meninggal sejak kecil, semoga bisa menjadi Tabungan kedua Orang Tua Kami, Al-Hadist au Kamaa Qoola )
  5. Nurul Sa’adah

Bersambung…….