Tuesday, 20 November 2018 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu dan Minggu Libur
Home » Kata Mutiara Gus Mus
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
JumlahNama BarangTotal
0Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

Tentang KH. Achmad Mustafa Bisri

Achmad Mustafa Bisri atau Gus Mus dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada 10 Agustus 1944. Gus Mus adalah seorang Kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim. Beliau telah memberi warna baru pada peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Beliau adalah seorang kiyai yang bersahaja, bukan kiyai yang ambisius dan juga kiyai pembelajar bagi para ulama dan umat.

Merasa tidak cocok dengan dunia politik, Gus Mus yang menguasai tiga bahasa yakni bahasa Arab, Inggris dan Prancis ini lebih banyak berkiprah sebagai kutu buku dan penulis buku. Tentu, di samping jabatannya sebagai Rais Syuriah PB NU, Anggota Dewan Penasihat DPP PKB, dan tentu saja Pimpinan Pondok Pesantren di Rembang.

Di antara sebagian karyanya adalah: Ensiklopedi Ijmak, Proses Kebahagiaan, Pokok Pokok Agama, Kimaya Sa’adah, Nyamuk yang Perkasa dan Awas, Manusia. Serta kumpulan puisi OHOI, Tadarus, Pahlawan dan Tikus, Rubayat Angin dan Rumput, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kumpulan Kata Hikmah Gus Mus :

  • Adalah terlalu berani membawa ayat-ayat dan sunah Rasul SAW untuk kepentingan politik praktis. Itu merupakan pelecehan dan sekaligus membuat umat bingung. Lihatlah, tokoh partai ini menggunakan ayat dan hadis ini untuk mendukung partainya. Apa ini tidak membingungkan masyarakat? Bila kemudian, dengan menggunakan sabda Allah dan Rasul-Nya, masyarakat awam meyakininya sebagai kebenaran mutlak, apa tidak terjadi sikap mutlak-mutlakan antar pendukung partai? Kalau tidak mengerti politik, mbok sudah, rela saja tidak usah berpolitik, daripada membawa-bawa agama. Apakah tokoh-tokoh yang suka membawa-bawa ayat dan hadis itu tidak memikirkan akibatnya di dunia maupun di akhirat kelak? Bagaimana kalau masing-masing pendukung yang awam itu meyakini bahwa mendukung partainya sama dengan mendukung agama dan memperjuangkan partainya sama dengan jihad fi sabilillah?
  • Orang yang tidak mampu melihat kekurangannya sendiri, sulit bisa melihat kelebihan-kelebihan orang lain.
    Boleh berhenti sekolah, tapi jangan berhenti belajar.
  • Sebelum menendang, perlu engkau sadari bahwa engkau akan berdiri dengan satu kaki saja.
  • Menghormati orang lain adalah bagian dari menghormati diri sendiri.
  • Ada yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga tak sempat ibadah.
  • Tradisi yang baik memang perlu kita lestarikan, tapi yang buruk apa mesti kita lestarikan? kalau begitu apa bedanya kita dengan kaum jahiliyah yang dahulu mengecam Nabi kita yang mereka anggap merusak tradisi yang sudah lama dijalankan nenek-moyang mereka?
  • Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut. Benar-benar mengajak.
  • Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa?
  • Iman tidaklah sekedar ucapan, tapi amanah dan tanggung jawab.
    Kecantikan batiniahmu dapat memperelok lahiriahmu dan tidak sebaliknya.
  • Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut.
  • Sebelum Anda menasihati orang banyak, sudahkah Anda menasihati diri Anda sendiri?
  • Amal makruf dan nahi munkar seharusnya disampaikan dengan cara yang makruf juga.
  • Berbuat baik sajalah dan biarkan mereka yang menerima kebaikanmu yang mengingatnya.
  • Berikhtiarlah sambil berdoa kepada Allah. Karena hasil ikhtiarmu tidak di tanganmu. Tapi di tangan Nya.
  • Berusahalah membalas kebaikan orang, meski dengan sekedar berdoa baik untuknya. Tapi jangnlah mengharap balasan keabaikanmu kepada orang.
  • Cobaan yang berupa anugerah tidak kalah gawatnya dibanding cobaan yang berupa penderitaan.
  • Geram pada malam tak hilangkan kelam, murka pada siang tak sirnakan bayang.
  • Jangan berlebihan membenci. Nanti engkau akan menghalalkan segala cara untuk mendiskreditkan orang yang engkau benci. Dan engkau sendiri yg rugi.
  • kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Adil itu lbh dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah.
  • Menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapapun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya.
  • Orang yg hanya mendengarkan suaranya sendiri, apa bedanya dengan orang tuli?
  • Allah yang maha pengasih dan penyayang hanya mengasihsayangi hamba-hambanya yang memiliki rasa belas kasihan.
  • Berbahagialah mereka yang tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan dan diam.
  • Kalau kita boleh meyakini pendapat kita sendiri, mengapa orang lain tidak boleh meyakini pendapatnya?
  • Kalau pengajian-pengajian itu jelas pengaruhnya pada jamaah sih tidak masalah. Ini tidak. Pengajian-pengajian yang begitu intens dan begitu tinggi volumenya itu sepertinya hanya masuk kuping kanan dan langsung keluar lagi dari kuping kiri. Tak membekas. Buktinya mereka yang bakhil ya tetap bakhil; yang hatinya kejam ya tetap kejam; yang suka berkelahi dengan saudaranya ya masih terus berkelahi; yang bebal terhadap penderitaan sesama juga tidak kunjung menjadi peka; yang suka menang-menangan ya tidak insaf. Pendek kata, seoalah-olah tidak ada korelasi antara pengajian dengan mental yang diberi pengajian.
  • Kebencian yang bercampur dengan iri dengki menyebabkan orang kalap dan seringkali menghalalkan segala cara.
  • Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain.
  • Orang itu kan macam-macam tabiatnya. Ada yang kasar, ada yang lembut. Ada yang sopan, ada yang tidak. Kita sendiri memang harus berusaha menjadi orang yang lembut dan sopan, tapi kan tidak harus membenci mereka yang belum bisa bersikap begitu.
  • Orang yg paling lemah ialah orang yang tidak mampu mendapatkan teman. Lebih lemah lagi: org yg mendapatkannya dan menyia-nyiakannya”.
  • Perbedaan adalah hal yang fitri. Maka upaya penyeragaman merupakan upaya sia-sia.
    Achmad Mustafa Bisri
  • Sering-sering memamerkan kegagahan sering kali malah menunjukkan kekerdilan.
  • Sombong ialah lebihan ketololan dimana pemiliknya tak tahu harus dikemanakan.
  • Tak hanya R. A. Kartini. Menurutku semua perempuan yang menghargai dirinya, menghargai dan menginginkan kemajuan sesamanya, Harum namanya.

Pondok Pesantren Kata Mutiara Gus Mus

Ponpes Darunnajah Kata Mutiara Gus Mus

Pesantren Online Kata Mutiara Gus Mus

Pesantren Virtual Kata Mutiara Gus Mus

Santri Online Kata Mutiara Gus Mus
Pesantren Nusantara Kata Mutiara Gus Mus

Kata Mutiara Gus Mus Santri Pesantren

Kata Mutiara Gus Mus Imadan Jepara

Kata Mutiara Gus Mus Imadan Darunnajah

Kontak Kami Kata Mutiara Gus Mus

Kontak Kami Kata Mutiara Gus Mus

Tulis komentar Anda tentang Kata Mutiara Gus Mus




SEO Powered By SEOPressor